Travel Takabonerate 4

Tak seperti hari sebelumnya, pagi ini kami bangun lebih awal, saat suasana masih agak gelap karena mentari baru menampakkan ronanya. Sebagian kawan telah selesai mandi dan siap untuk menikmati kopi pagi beserta indomie kuah yang disiapkan tuan rumah. Saya sendiri memilih untuk tidak mandi karena pagi ini adalah saat kami akan menceburkan diri dalam hangat air laut.

Pukul 06:00 tepat kami menuju pantai untuk menaiki perahu yang akan mengantar kami ke pulau Tinabo. Sebelumnya menaiki perahu kayu tersebut kami menyempatkan diri untuk mampir ke pos jagawana, Taman Nasional di Jinato. Setelah beramah tamah dengan mereka dan berfoto kami pun segera menuju ke Kapal milik hamzah yang disewa Denun semalam. Perjalanan ke Pulau Tinabo akan memakan waktu sekitar 1,5 jam melewati pulau Lantigiang. Suasana laut sangat teduh dan matahari bersinar cerah membuat kami semakin semangat. Canda bersama teman teman sepanjang perjalanan serta pemandangan laut yang indah dengan latar belakang langit biru dan awan putih membuat waktu perjalanan tak terasa lama. Menjelang pulau tinabo dari kejauhan terlihat umbul umbul warna warni seakan menyambut kami dengan senyum merekah.

Setelah kapal bersandar kami segera turun ke pulau, tak sabar untuk mengganti pakaian dan segera menceburkan diri ke laut yang nampak sangat jernih. Pulau ini memiliki sarana yang sangat cukup untuk wisata laut. Selain kantor pengelola Takabonerate ada juga beberapa kamar yang disewakan untuk pengunjung. Air tawar untuk sekedar mandipun ada. Jika lelah berenang, snorkeling atau menyelam anda bisa menikmati banana boat dan mengendarai perahu kayak juga. Satu persatu teman segera berlari ke pantai dan segera berenang. Dengan menggunakan snorkel dan mask sayapun mulai berenang kearah dermaga. Hamparan soft coral berbagai bentuk serta ikan ikan kecil berbagai warna nampak sangat indah. Sungguh sepotong surga yang sangat beruntung bisa saya nikmati hari itu.Tak lama kami sampai di dermaga yang kami jadikan tempat bercanda, bergantian kami menyelam untuk berfoto dengan kamera bawah laut yang dipinjamkan oleh @zulmude. Puas berfoto saya bersama Asri salah satu pegawai Taman Nasional Takabonerate snorkeling berdua kearah barat dermaga. Subhanallah hamparan karang dan berbagai jenis ikan yang belum pernah saya lihat sebelumnya bisa saya nikmati, termasuk beberapa ekor ikan kakatua yang warnanya sangat indah. Asri kemudian memberitahukan saya nama beberapa jenis binatang laut dan karang yang memang baru kali ini saya lihat.

Menjelang pukul 01:00 siang, saya mengakhiri snorkeling tersebut karena cukup lelah dan lapar. Beberapa teman memilih untuk tetap berenang sampai pukul 02:00. Setelah mandi, berganti pakaian sayapun segera menyatap ikan bakar yang disiapkan oleh teman teman dari Taman Nasional Takabonerate. Tak lama satu persatu kami melepaskan lelah dengan duduk dibwah tempat peristrahatan sambil menikmati laut dan angin semilir. Kami juga sempat berbincang akrab dengan Pak Nasrun jamil, petinggi di TN Takabonerate. Beberapa paparan dan ide ide beliau sampaikan untuk menjaga kelestarian Takabonerate.

Pukul 04:00 lewat dikit kapal yang akan membawa kami ke Pelabuhan Pattumbukan di Selayar tiba. Kami pun segera bersiap untuk meninggalkan pulau Tinabo. Setelah berpamitan dengan kawan kawan dari TN Takabonerate dan Sileya Scuba Divers, kami segera naik ke kapal yang perlahan meninggalkan Tinabo. Beberapa kawan menyayangkan waktu yang hanya sebentar di Tinabo, rasanya cukup berat untuk meninggalkan pulau tersebut. Namun taklama berselang kekecewaan tersebut berangsur hilang berganti kembali dengan kekagumanatas keindahan ciptaan Allah. Laut teduh dengan airnya uang jernih, sesekali nampak ikan terbang terbang dikejauhan membuat waktu berjalan cepat. Menjelang senja langit berubah menjadi berbagai warna, biru, kelabu, merah, kuning sangat indah. Tak lama berselang kami berpapasan dengan sebuah kapal layar dengan beberapa penumpang dan pelaut yang lagi menaiki layar tinggi, dengan latar belakang langit senja kapal tersebut terlihat sangat gagah.

Beberapa saat melewati senja, saya mulai diserang kantuk dan akhirnya memutuskan untuk kebagian dalam kapal untuk tidur. Sekitar pukul 08:00 saya terbangun oleh riuh rendah suara pemilik kapal dan anaknya yang sedang menyandarkan kapal ke dermaga pelabuhan Pattumbukang. Di Pelabuhan tersebut nampak sedang bersandar juga beberapa kapal yang akan mengikuti TIE 2011, termasuk kapal milik POSSI Sulsel yang dipimpin rekan kami Januar Jaury. Sayang kami tak bertemu dengan JJ karena sedang melakukan night diving.

Sesampai diatas kami telah ditunggu oleh Pak Andry, staff Bappeda Kaab. Selayar yang juga kawan akrab Daeng Nuntung. Dengan mobil kijang beliau kami perlahan meninggalkan Pattumbukang menuju kota Benteng yang akan menjadi peristrahatan malam ini sebelum kembali ke Makassar esok pagi. Malam itu kami menginap di kediaman Pak Gunawan yang juga kawan akrab Daeng Nuntung yang sehari hari bekerja sebagai Kabag Humas Pemkab Selayar. Malam kami lewati dengan canda dan cerita indah perjalanan kami.

Perlahan satu persatu kawan terlelap dengan sejuta kenangan di Tinabo tadi. Saya sendiri meghitung waktu, kapan kembali ke Takabonerate.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>